Tradeindonesia.co.id – Indonesia memiliki lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih berada di kisaran 15,7 persen, menunjukkan masih terbukanya peluang untuk memperluas akses pelaku usaha Indonesia ke pasar internasional.
Berangkat dari tantangan tersebut, International Creatives Exchange (ICE) menghadirkan Trade Indonesia, sebuah curated business network yang dirancang untuk menghubungkan pengusaha Indonesia dengan peluang kolaborasi strategis, investasi, dan jaringan perdagangan global melalui ekosistem yang eksklusif, profesional, dan terpercaya.
Trade Indonesia (www.tradeindonesia.co.id) akan diperkenalkan secara resmi melalui Grand Launching yang diselenggarakan pada 13 Oktober 2026. Momentum ini akan mempertemukan pelaku usaha, investor, asosiasi bisnis, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, serta komunitas diplomatik dalam sebuah forum kolaborasi yang bertujuan memperkuat jejaring perdagangan dan investasi Indonesia di tingkat internasional.
Sebelum peluncuran resmi, Trade Indonesia telah memperkenalkan konsep dan ekosistemnya melalui partisipasi dalam D-8 Halal Expo Indonesia 2026 yang berlangsung di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, pada 8–12 Juli 2026. Ajang tersebut menjadi langkah awal untuk membangun jejaring dengan pelaku usaha nasional maupun internasional sekaligus memperkenalkan konsep curated business network kepada komunitas bisnis global.
Founder & Global Head International Creatives Exchange (ICE), Atta Ul Karim, mengatakan bahwa tantangan pelaku usaha saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga memperoleh akses kepada jaringan yang mampu membuka peluang kolaborasi dan mempercepat ekspansi pasar.
“Kami percaya bahwa masa depan perdagangan tidak hanya dibangun melalui transaksi, tetapi melalui hubungan yang terpercaya. Karena itu, Trade Indonesia hadir sebagai jejaring bisnis yang dikurasi secara profesional agar setiap anggota memiliki kesempatan bertemu dengan mitra yang tepat, membuka akses ke pasar baru, serta tumbuh bersama dalam ekosistem yang kredibel,” ujar Atta Ul Karim.
Berbeda dengan komunitas bisnis konvensional, Trade Indonesia menerapkan proses seleksi keanggotaan untuk memastikan kualitas ekosistem yang dibangun. Para anggota akan memperoleh akses ke berbagai layanan terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, mulai dari identitas bisnis resmi, promosi digital, business matching, pendampingan legal dan bisnis, kolaborasi strategis, dukungan komunitas, pembukaan akses ekspor-impor, hingga koneksi dengan investor dan institusi pembiayaan.
Seluruh layanan tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang mendampingi perjalanan bisnis anggota dari tahap pengembangan hingga ekspansi ke pasar internasional. Selain membangun ekosistem bisnis, Trade Indonesia juga mengembangkan kolaborasi dengan berbagai institusi pemerintah, asosiasi bisnis, komunitas industri, lembaga keuangan, investor, serta jaringan diplomatik global. Ke depan, Trade Indonesia menargetkan menjadi salah satu simpul kolaborasi bisnis Indonesia yang mampu mempertemukan perusahaan nasional, UMKM, investor, dan mitra global dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Dengan menjunjung tinggi nilai Integrity, Exclusivity, Collaboration, dan Growth, Trade Indonesia diharapkan dapat menjadi katalis yang mempercepat lahirnya kemitraan strategis, mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha nasional, serta memperluas kehadiran produk dan jasa Indonesia di pasar global.
Grand Launching pada 13 Oktober 2026 akan menjadi awal dari rangkaian program Trade Indonesia dalam memperluas jejaring bisnis lintas negara sekaligus memperkenalkan berbagai layanan kepada para founding members dan mitra strategis. Dalam agenda tersebut, Trade Indonesia menyiapkan dedicated pavilion bagi delapan negara sahabat untuk turut serta memperluas potensi jejaring bisnis.