Bendera Indonesia Bendera Thailand
ANALISIS EKONOMI BILATERAL • 2024–2025

Perdagangan Bilateral
Indonesia – Thailand

Sinergi industri strategis dua pilar utama ASEAN: integrasi rantai pasok manufaktur otomotif, ketahanan pangan regional, serta komoditas energi berkelanjutan.

Mitra Utama ASEAN & RCEP Peringkat #10 Mitra Ekonomi Skema Bebas Tarif ATIGA 0%
Top 10
Mitra Dagang Terbesar
70%
Rantai Pasok Otomotif
#1
Pemasok Gula Industri
ATIGA
Tarif 0% ASEAN

Dinamika Hubungan Ekonomi Indonesia – Thailand

Perdagangan Indonesia – Thailand
Perdagangan Indonesia – Thailand tradeindonesia.co.id / 2026

Thailand, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di Asia Tenggara, merupakan mitra dagang yang sangat strategis dan kompetitif bagi Indonesia. Hubungan bilateral kedua negara ditandai oleh interaksi dinamis dalam sektor manufaktur canggih, terutama otomotif dan elektronik, serta pertukaran komoditas pertanian yang saling melengkapi. Kemitraan ini menjadi pilar penting dalam memperkuat integrasi ekonomi regional ASEAN di bawah kerangka ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Spesialisasi produksi kedua negara menciptakan pola kerja sama industri yang kuat. Indonesia memasok kebutuhan energi primer dan bahan baku manufaktur vital bagi Thailand, seperti batubara untuk pembangkit listrik serta suku cadang otomotif. Sebaliknya, Thailand yang dijuluki sebagai "Detroit of Asia" menjadi pemasok penting untuk kendaraan niaga ringan (truk pick-up), mesin industri mekanik, serta komoditas pangan esensial seperti gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman Indonesia.

“Hubungan perdagangan Indonesia dan Thailand bukan sekadar kompetisi manufaktur, melainkan integrasi rantai nilai regional di mana komponen otomotif dan ketahanan pangan saling melengkapi untuk menguasai pasar global.”

Ke depan, peralihan menuju kendaraan listrik (EV) dan inisiatif transisi energi hijau di kawasan Asia Tenggara membuka ruang kolaborasi baru yang masif. Sinergi antara cadangan nikel baterai Indonesia dan keunggulan ekosistem perakitan otomotif Thailand diproyeksikan menjadi lokomotif utama manufaktur mobilitas masa depan di kawasan ASEAN.

Komoditas Ekspor Unggulan ke Thailand

Portofolio ekspor Indonesia ke Thailand didominasi oleh energi primer, hasil hilirisasi logam, serta komponen otomotif yang terintegrasi langsung dengan rantai pasok pabrik manufaktur Thailand.

HS 2701 • ENERGI PRIMER

Batubara & Bahan Bakar

Pasokan batubara termal berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, pabrik semen, dan industri peleburan di kawasan industri pesisir Thailand.

HS 8708 • OTOMOTIF

Suku Cadang Otomotif

Komponen mesin, transmisi, dan suku cadang presisi yang diekspor untuk melengkapi perakitan kendaraan roda empat merek global di fasilitas produksi Thailand.

HS 72 • HILIRISASI LOGAM

Besi dan Baja Olahan

Produk feronikel, stainless steel, dan baja setengah jadi hasil hilirisasi nasional untuk mendukung proyek konstruksi dan manufaktur infrastruktur Thailand.

Tabel Komoditas Ekspor Utama Indonesia ke Thailand (2024–2025)

Komoditas Kode HS Peran Strategis Sektor / Penerapan
Batubara Termal HS 2701 Bahan bakar andalan pembangkit listrik dan industri semen Energi & Utilitas
Suku Cadang & Komponen Kendaraan HS 8708 Integrasi suku cadang lintas-pabrik manufaktur otomotif ASEAN Manufaktur Otomotif
Besi dan Baja (Feronikel) HS 72 Bahan baku logam konstruksi berat dan industri presisi Hilirisasi Mineral
Produk Kimia Organik & Anorganik HS 28 / 29 Bahan kimia perantara untuk industri petrokimia Thailand Industri Kimia

Komoditas Impor Krusial dari Thailand

Indonesia mengandalkan impor dari Thailand untuk melengkapi kebutuhan armada komersial, bahan baku agroindustri, serta peralatan mekanik berkinerja tinggi.

HS 8704 • KENDARAAN NIAGA

Kendaraan Bermotor & Pick-up

Unit truk pick-up kabin tunggal dan ganda (CBU) yang sangat dibutuhkan oleh sektor logistik pedesaan, perkebunan, pertambangan, dan distribusi barang di Indonesia.

HS 1701 • AGROINDUSTRI

Gula Mentah & Rafinasi

Pasokan komoditas gula tebu mentah sebagai bahan baku strategis bagi industri makanan, minuman, dan farmasi nasional untuk menjaga kestabilan harga pangan.

HS 84 • MESIN MEKANIK

Mesin & Peralatan Industri

Peralatan mekanik, mesin pemrosesan pertanian modern, dan pompa industri yang menunjang otomatisasi pabrik dan modernisasi sektor agribisnis Indonesia.

Tabel Komoditas Impor Strategis dari Thailand (2024–2025)

Komoditas Kode HS Urgensi bagi Indonesia Sektor Pengguna
Truk Pick-up & Mobil Komersial HS 8704 Tulang punggung armada logistik komersial dan perkebunan Transportasi & Logistik
Gula Tebu Mentah (Raw Sugar) HS 1701 Bahan baku vital industri makanan olahan, minuman kemasan, dan farmasi Industri Makanan & Minuman
Mesin Industri & Alat Pertanian HS 84 Mekanisasi pertanian pangan dan mesin pengolah limbah industri Manufaktur & Agrikultur
Polimer Plastik & Barang Plastik HS 39 Bahan baku kemasan fleksibel dan suku cadang interior otomotif Industri Plastik & Kemasan

70% Tingkat Integrasi Rantai Pasok Otomotif & Pangan

Sekitar 70% dari nilai perdagangan bilateral non-migas Indonesia-Thailand bertumpu pada ekosistem otomotif terpadu dan perdagangan agroindustri. Kedua negara saling melengkapi tanpa menciptakan disrupsi pasokan di kawasan Asia Tenggara.

Porsi Integrasi Industri Manufaktur & Agroindustri Bilateral 0%
0% Dominasi Rantai Nilai Manufaktur Regional (70%) 100%
0%
Tarif Bea Masuk di bawah Perjanjian ATIGA ASEAN
#1
Pemasok Truk Niaga & Gula Mentah ke Pasar Indonesia
EV Hub
Peluang Sinergi Rantai Pasok Baterai & Perakitan ASEAN

Empat Pilar Strategi Kerja Sama Indonesia – Thailand

Langkah konkret untuk memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara menghadapi transformasi industri hijau dan mobilitas masa depan di kawasan ASEAN.

01

Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)

Mengintegrasikan pasokan katoda dan sel baterai berbasis nikel dari Indonesia dengan fasilitas manufaktur bodi serta perakitan kendaraan listrik di Thailand guna membangun basis ekspor otomotif terkuat di Asia Tenggara.

02

Ketahanan Agroindustri & Koridor Logistik Halal

Mempererat kontrak pasokan jangka panjang komoditas gula tebu dan beras aromatik, sekaligus memfasilitasi sertifikasi halal timbal balik agar produk makanan olahan kedua negara leluasa berpenetrasi ke pasar global.

03

Transisi Energi & Pasokan Batubara Ramah Lingkungan

Menjamin stabilitas pasokan batubara berkalori tinggi dengan standar emisi ketat untuk utilitas industri Thailand, sembari menjajaki investasi bersama pada teknologi penangkapan karbon (CCS) dan energi biomassa.

04

Harmonisasi Bea Cukai & Pembayaran Mata Uang Lokal (LCT)

Mengoptimalkan penggunaan transaksi mata uang lokal Rupiah-Baht (Local Currency Transaction) dan digitalisasi dokumen kepabeanan guna memangkas biaya logistik lintas negara hingga 15%.

Lihat Semua Mitra

Maksimalkan Ekspor Anda ke Thailand Bersama TradeIndonesia

Dapatkan konsultasi kepabeanan skema ATIGA 0%, riset pasar otomotif dan agribisnis, serta pencocokan bisnis (business matching) langsung dengan importir terverifikasi di Bangkok.

Konsultasi Ahli Perdagangan
Sumber Data & Referensi Analitis • Dokumen Resmi Perdagangan Bilateral 2024–2025

SUMBER REFERENSI UTAMA

[1]
Badan Pusat Statistik (BPS) RI (2025). Statistik Ekspor-Impor Menurut Negara Tujuan: Thailand 2024–2025. BPS-Statistics Indonesia.
[2]
Kementerian Perdagangan RI (2024). Analisis Perkembangan Perdagangan Barang Indonesia-Thailand dalam Kerangka ATIGA. Direktorat Perundingan ASEAN.
[3]
Ministry of Commerce of Thailand (2025). Bilateral Trade Performance Report with ASEAN Partners: Indonesia. Department of Trade Negotiations Thailand.
[4]
ASEAN Secretariat (2024). ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) Tariff Implementation Review. Jakarta.