Bendera Indonesia Bendera Arab Saudi
ANALISIS EKONOMI BILATERAL • 2024–2025

Perdagangan Bilateral
Indonesia – Arab Saudi

Sinergi ekonomi strategis Timur Tengah dan Nusantara: pasokan minyak mentah Arab Light untuk kilang nasional, ekosistem haji-umrah, serta peluang material Vision 2030.

Pilar Ketahanan Energi Kilang Cilacap Peringkat #18 Mitra Ekonomi Utama Peluang Konstruksi Saudi Vision 2030
#1 GCC
Mitra Timur Tengah
78%
Minyak Mentah & Petrokimia
Haji & Umrah
Ekosistem Pangan Halal
2030
Kayu & Bahan NEOM

Dinamika Hubungan Perdagangan Indonesia – Arab Saudi

Perdagangan Indonesia – Arab Saudi
Perdagangan Indonesia – Arab Saudi tradeindonesia.co.id / 2026

Kerajaan Arab Saudi menempati kedudukan yang sangat istimewa bagi Indonesia, tidak hanya sebagai mitra dagang terbesar di kawasan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council / GCC), melainkan juga sebagai pusat peradaban Islam dunia tempat berlabuhnya jutaan jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahunnya. Hubungan ekonomi bilateral kedua negara bertumpu pada interaksi komplementer di sektor energi hidrokarbon, industri halal, otomotif, dan logistik bahan bangunan.

Karakteristik utama perdagangan bilateral adalah peran vital Arab Saudi sebagai penopang ketahanan energi nasional Indonesia melalui pasokan minyak bumi mentah (khususnya varian Arab Light) untuk memenuhi spesifikasi pengilangan kilang RU IV Cilacap Pertamina, serta produk petrokimia polimer plastik dari raksasa Aramco dan SABIC. Sebaliknya, Indonesia memasok kebutuhan pangan dan barang konsumen di pasar Arab Saudi melalui ekspor Minyak Kelapa Sawit (CPO), makanan olahan halal, mobil penumpang keluarga (MPV/SUV) rakitan lokal, kayu lapis bersertifikat SVLK untuk megaproyek Saudi Vision 2030 (seperti pembangunan kota masa depan NEOM dan Red Sea Project), serta kain ihram dan busana muslim.

“Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memadukan ketahanan energi dan ekosistem keumatan: minyak mentah Saudi menggerakkan kilang domestik, sementara produk halal dan manufaktur Indonesia melayani jutaan konsumen dan jemaah di Tanah Suci.”

Transformasi ekonomi besar-besaran di bawah cetak biru Saudi Vision 2030 membuka peluang tak terbatas bagi pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke dalam rantai pasok material konstruksi berkelanjutan, katering haji terpadu, serta kemitraan investasi energi terbarukan dan petrokimia hijau.

Komoditas Ekspor Unggulan ke Arab Saudi

Portofolio ekspor Indonesia ke Arab Saudi dipimpin oleh minyak nabati makanan, kendaraan otomotif rakitan nasional, dan produk kayu lapis konstruksi.

HS 1511 • PANGAN & OLEOKIMIA

Minyak Sawit & Olahan

RBD palm olein berkualitas tinggi yang menjadi bahan baku minyak goreng industri katering hotel di Makkah-Madinah serta industri pangan nabati di Jeddah.

HS 8703 • OTOMOTIF MPV/SUV

Kendaraan Bermotor

Mobil keluarga jenis MPV dan SUV (Toyota Kijang Innova, Fortuner) rakitan Karawang yang menjadi kendaraan favorit armada taksi dan keluarga di Arab Saudi.

HS 44 • BAHAN BANGUNAN

Kayu Lapis & Furnitur

Kayu lapis (plywood) berkualitas tinggi tahan cuaca ekstrem bersertifikasi SVLK yang digunakan pada proyek-proyek infrastruktur Saudi Vision 2030.

Tabel Komoditas Ekspor Utama Indonesia ke Arab Saudi (2024–2025)

Komoditas Kode HS Peran Strategis Posisi Pasar di Arab Saudi
Minyak Kelapa Sawit (CPO & Derivat) HS 1511 Bahan pangan konsumsi utama dan katering jemaah haji/umrah Pangsa Pasar Terbesar
Kendaraan Bermotor Penumpang (MPV/SUV) HS 8703 Mobil rakitan Indonesia untuk armada transportasi dan konsumen Saudi Penjualan Teratas
Kayu Lapis (Plywood) & Furnitur HS 44 / 94 Material konstruksi megaproyek Vision 2030 dan perhotelan Permintaan Tinggi
Pakaian Jadi, Busana Muslim & Kain Ihram HS 61 / 62 Perlengkapan ibadah haji/umrah dan busana muslim berkualitas Segmen Religi Khusus
Kertas, Karton & Produk Kemasan HS 48 Kertas cetak Al-Qur'an, buku panduan, dan kemasan logistik Pasar Konsisten

Komoditas Impor Krusial dari Arab Saudi

Indonesia bergantung pada Arab Saudi untuk minyak bumi mentah pengilangan kilang, bahan baku petrokimia polimer, dan komoditas buah kurma.

HS 2709 • KETAHANAN ENERGI

Minyak Mentah (Arab Light)

Pasokan minyak mentah asam (sour crude) berskala ratusan ribu barel per hari untuk diproses di kilang RU IV Cilacap guna memproduksi BBM nasional.

HS 3901/3902 • PETROKIMIA

Polimer Plastik (PE / PP)

Biji plastik polietilena dan polipropilena kualitas tinggi dari SABIC untuk bahan baku industri kemasan, peralatan rumah tangga, dan otomotif nasional.

HS 0804 • HORTIKULTURA

Buah Kurma Segar & Kering

Impor kurma varietas Ajwa, Sukari, dan Medjool untuk memenuhi lonjakan permintaan konsumsi masyarakat Indonesia menjelang dan selama bulan Ramadan.

Tabel Komoditas Impor Strategis dari Arab Saudi (2024–2025)

Komoditas Kode HS Urgensi bagi Indonesia Sektor
Minyak Bumi Mentah (Crude Petroleum) HS 2709 Bahan baku utama pengilangan kilang RU IV Cilacap Pertamina Pilar Energi Nasional
Biji Plastik Polimer (PE & PP) HS 3901 / 3902 Input esensial untuk pabrik kemasan plastik dan manufaktur Petrokimia & Plastik
Belerang & Bahan Kimia Anorganik HS 2503 / 28 Bahan baku asam sulfat untuk industri pupuk pertanian nasional Pupuk & Agrokimia
Buah Kurma Segar & Olahan HS 0804 Komoditas pangan bernilai religi tinggi untuk kebutuhan Ramadan Pangan & Ritel

78% Impor dari Arab Saudi Berupa Minyak Mentah & Petrokimia

Sebanyak 78% dari total impor Indonesia dari Arab Saudi merupakan minyak bumi mentah (Crude Petroleum) dan produk petrokimia polimer. Minyak mentah Arab Light menjadi pilar operasional Kilang Cilacap dalam memproduksi bahan bakar minyak untuk kebutuhan domestik.

Porsi Minyak Mentah & Polimer Petrokimia dalam Impor dari Arab Saudi 0%
0% Pilar Utama Energi & Bahan Baku (78%) 100%
78%
Pangsa Minyak Mentah & Petrokimia dalam Impor dari Arab Saudi
#1 GCC
Mitra Dagang & Investasi Terbesar Indonesia di Timur Tengah
Vision 2030
Peluang Ekspor Kayu Lapis SVLK untuk Megaproyek NEOM

Empat Pilar Kerja Sama Strategis Indonesia – Arab Saudi

Langkah terpadu untuk mengamankan ketahanan energi nasional, memperkuat ekosistem haji-umrah, dan menangkap peluang konstruksi Saudi Vision 2030.

01

Pengamanan Pasokan Minyak Mentah & Investasi Kilang

Memperkuat kemitraan strategis pasokan minyak mentah jangka panjang antara Pertamina dan Saudi Aramco sekaligus menjajaki investasi kilang petrokimia terintegrasi di Indonesia.

02

Integrasi Ekosistem Haji & Ekspor Produk Halal Nusantara

Memasukkan produk makanan olahan, beras, ikan patin, bumbu kuliner, dan seragam batik/ihram buatan UMKM Indonesia secara resmi ke dalam rantai pasok katering jemaah haji dan umrah.

03

Penetrasi Material Bangunan untuk Saudi Vision 2030 (NEOM)

Mendorong eksportir kayu lapis SVLK, panel arsitektur, marmer, dan aluminium Indonesia untuk menjadi pemasok resmi megaproyek pembangunan kota masa depan NEOM dan Red Sea.

04

Sinergi Investasi Energi Bersih & Amonia Hijau

Bekerja sama dengan korporasi energi Arab Saudi (seperti ACWA Power) dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dan proyek produksi hidrogen/amonia hijau di Indonesia.

Lihat Semua Mitra

Rambah Pasar Arab Saudi & Timur Tengah Bersama TradeIndonesia

Dapatkan konsultasi sertifikasi halal standar SFDA Arab Saudi, akses rantai pasok katering haji/umrah, dan fasilitasi temu bisnis dengan importir terkemuka di Jeddah dan Riyadh.

Konsultasi Ahli Perdagangan
Sumber Data & Referensi Analitis • Dokumen Resmi Perdagangan Bilateral 2024–2025

SUMBER REFERENSI UTAMA

[1]
Badan Pusat Statistik (BPS) RI (2025). Statistik Ekspor-Impor Menurut Negara Tujuan: Arab Saudi 2024–2025. BPS-Statistics Indonesia.
[2]
General Authority for Statistics (GASTAT) Saudi Arabia (2024). International Trade Report: Bilateral Exchange with Southeast Asia. Riyadh.
[3]
Kementerian Perdagangan RI (2024). Peluang Ekspor Produk Halal dan Manufaktur Indonesia ke Kawasan Teluk (GCC). Jakarta.
[4]
PT Pertamina (Persero) (2024). Laporan Pengadaan Minyak Mentah dan Kinerja Pengilangan Kilang Minyak Nasional. Jakarta.